Prakarya dan Papercraft Bus

Dikenal sebagai sekolah yang memiliki begitu banyak acara atau yang kerap kita sebut event, Padmanaba selalu tertantang untuk menemukan inovasi baru untuk dikembangkan. Dari menyisipkan hal yang berbeda di dalam susunan acara hingga menginisiasi adanya sebuah jenis acara baru di kalangan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya, sudah sekian tahun dijalani oleh Padmanaba seakan kreatifitas tak ada habisnya. Tak terhitung pula kreatifitas mereka yang ada di dalam sekolah yang tentu saja tak lepas dari wadah yang disediakan oleh pihak sekolah yang tak mau kalah kreatif dengan anak didiknya untuk memberikan wahana yang menyenangkan untuk mereka belajar beragam hal dalam mengembangkan potensi dan minat siswa didiknya termasuk dalam hal berkarya dan berwirausaha.

Sesuai dengan Kurikulum 2013 yang mengharuskan adanya pelajaran Prakarya, sekolah menyediakan pelajaran ini untuk menjadi ‘tempat bermain’ para siswa setelah cukup jenuh dengan belajar pelajaran lainnya. Dengan guru yang menyenangkan serta tugas-tugas yang tak kalah seru, para siswa juga dibawa ke dalam dunia wirausaha di setiap tugas tersebut. Dari membuat karya seni yang bisa dijual, membuat font, hingga membuat hasil tangan produk resin yang cukup menarik perhatian para siswa. Pelajaran Prakarya benar-benar efektif dalam menjadikan siswanya senang dan mendalami beberapa hal untuk kemudian menjadi usaha.

IMG_1075

Salah satu contoh materi yang sedang diberikan adalah yang diberikan Pak Rudy selaku guru pengganti sementara Prakarya kepada kelas 12 yaitu papercraft. Seni membuat figur dengan kertas ini cukup popular di ranah anak-anak maupun remaja, apalagi di Indonesia sudah dikembangkan dengan figur yang bermacam-macam dengan sasaran pasarnya anak-anak. Papercraft tentu meledak di pasaran jika sudah begini, dan Pak Rudy melihat peluang siswa Padmanaba dalam mengambil untung dengan mengembangkan potensi usaha ini. Para siswa kelas 12 pun diberikan desain pertama yang sama untuk tiap siswa yaitu beragam bus pariwisata. Para siswa yang tadinya jenuh menatap angka dan hafalan baru segera jernih dengan adanya materi ini, apalagi ketika bus-bus akhirnya jadi di tangan mereka!

 

 

Penulis : Nadia Viola Angesti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *