Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Pada Anak

Anak – anak adalah waktu dimana masa ini digunakan untuk bermain, belajar, dan menguras rasa ingin tahu. Namun tidak salah jika orangtua dapat mengajarkan jiwa kepemimpinan sedari dini. Kepemimpinan ini tidaklah harus dengan cara – cara yang membuat anak menjadi kehilangan masa anak – anaknya, juga dapat dikenalkan dengan cara – cara sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.
Jiwa kepemimpinan dalam anak – anak ini dapat melatih rasa tanggung jawab, disiplin, dan rasa kepedulian terhadap sesama. Maka dari itu, jika hal ini tidak dikenalkan sedari dini, kemandirian anak pada masa yang akan datang tidaklah sama dengan anak yang sudah dibekali sejak kecil.

Berikut ini adalah beberapa cara dalam memberi anak bekal kepemimpinan menurut kompas.com:
1. Aktif
Ajarkan anak dalam berinisiatif dalam berbagai kesempatan. Berikan anak space dalam mengemukakan pendapat, seperti halnya saat berada di rumah. Tetapi juga pahamkan selalu batas – batasan dalam berpendapat dan berinisiatif.

2. Prioritas
Berilah anak bekal tentang prioritas sehari – hari. Ajarkanlah tentang bagaimana menyusun agenda dan jadwal. Tentunya hal ini akan sangat berguna sampai kapan pun.

3. Kompromi dan Toleransi
Dalam kehidupan bersosial, manusia tidak hanya hidup sendiri. Maka dari itu berilah pemahaman pada anak untuk menghargai orang lain, berpikiran terbuka, menerima kritik dan saran, dan bertata krama.

4. Wujudkan Sinergi
Bantu anak dalam belajar mengerti dan memahami oranglain. Berilah juga pemahaman bagaimana menghadapi masalah dan memetik segala hikmahnya. Ajarkan selalu anak untuk berpikir positif dan terbuka akan segala hal.

5. Mengerti Diri Sendiri
Pahamkan anak bahwa kesehatan adalah yang nomor satu. Ketahuilah kemampuan anak, jangan paksakan anak dalam berkegiatan di sekolah maupun luar sekolah. Perbanyaklah waktu dengan anak, sehingga anak paham bahwa keluarga adalah yang utama.
Cara – cara ini juga tidak akan terwujud jika orangtua sendiri tidak bersinergi secara baik dengan anak tersebut. Pahamilah sifat dan karakter anak. Sehingga tidak akan salah langkah dalam mendampingi anak saat berkembang.

 

Penulis: Amalia Permata Insani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *