Ziarah dan Istirahatlah Kata Kata

Kabar menggembirakan bagi Padmanaba datang dari dunia perfilman Indonesia. Kali ini kabar ini tidak datang dari siswa – siswinya sendiri, namun dari alumni SMA Negeri 3 Padmanaba. Dua alumni Padmanaba yang telah menjadi sutradara ternama dari Yogyakarta ini berhasil menjadi nominasi dalam Piala Citra Festifal Film Indonesia 2016, yaitu Yosep Anggi Noen dan BW Purba Negara. Film yang digarap Yosep Anggi Noen yaitu Istirahatlah Kata Kata berhasil menjadi dua nominasi sekaligus yaitu Sutradara Terbaik dan Penulis Skenario Terbaik, sedangkan BW Purba Negara dengan film garapannya yaitu Ziarah berhasil menjadi nominasi Penulis Skenario Terbaik.

img_0071

Istirahatlah Kata Kata oleh Yosep Anggi Noen

Film ini berkisah tentang kisah hidup penyair Indonesia ternama, Wiji Thukul. Film ini juga diartikan oleh dunia internasional dengan judul Solo, Solitude. Film ini menyeritakan tentang pelarian seorang Wiji Thukul pada tahun 1996 setelah peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996. Film ini dimainkan oleh Gunawan Maryanto sebagai Wiji Thukul, Marissa Anita, Melanie Subono, Eduwart Boang, Arswendy Nasution, dan Davi Yunan. Istirahatlah Kata Kata juga berhasil tayang di Locarno International Film Festival 2016, Swiss, dan berkompetisi di secsion Concorso Cineasti del presente, yaitu ajang untuk pembuat film dari berbagai penjuru dunia. (dikutip dari www.provoke-online.com)

 

img_0052

 

Ziarah oleh BW Purba Negara

Film ini berkisah tentang mbah Sri, seorang nenek berusia 95 tahun, yang telah berpisah dengan suaminya, Prawiro, sejak Agresi Militer Belanda II di Yogyakarta pada tahun 1948. Berpuluh – puluh tahun mbah Sri menjanda, hingga akhirnya pada tahun 2012 ia bertemu dengan seseorang veteran yang mengaku tahu dimana Prawiro ditembak. Dengan sedikit informasi tersebut, mbah Sri akhirnya mencari kuburan suaminya (dikutip dari movie.co.id). BW Purba Negara berkata pada www.provoke-online.com, bahwa dalam film ini banyak pemain yang bukan berlatar belakang sebagai aktor, namun memiliki latar sejarah yang banyak. Sehingga didapatkan pemain – pemain yang natural dan cerita yang otentik.

 

Penulis: Amalia Permata Insani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *