Pentingnya Pendidikan Seksual Untuk Anak

Anak – anak suatu saat nanti pasti akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun mental. Pertumbuhan dan perkembangan ini kerap dikenal dengan nama pubertas. Bagi anak – anak yang akan menjumpai masa pubertas atau peralihan dari anak – anak ke remaja pasti menjumpai beberapa hal contohnya, menstruasi, mimpi basah, atau perubahan suara yang awalnya nyaring berubah menjadi berat. Jika anak mengalami menstruasi bagi wanita dan mimpi basah bagi pria untuk yang pertama kalinya, anak pasti akan sedikit bingung bahkan mungkin ketakutan. Hal ini adalah tanggung jawab orang tua untuk memberi pengertian dan sedikit pendidikan tentang seksual bagi anak.

  1. Orang Tua Jangan Merasa Terbebani dengan Pendidikan Seksual Sejak Dini

Pendidikan seksual sangatlah penting bagi anak. Terutama jika umur anak sudah mendekati masa pubertas. Selain untuk memberi pengertian dan bekal, hal ini juga menghindari perilaku – perilaku yang tidak baik karena kurangnya bekal dan pendidikan moral tentang tanggung jawab masing – masing gender. Jika orangtua merasa terbebani, pastilah anak melampiaskan rasa ingin tahunya melalui hal lain seperti internet dan bisa jadi malah memberi efek negatif pada anak.

 

  1. Tunggulah Anak Bertanya atau Cari Timing yang Tepat Untuk Berbincang – Bincang

Terkadang ada anak yang rasa ingin tahunya tinggi, jawablah dengan nyaman dan dengan bahasa yang dapat dimengerti anak. Namun jika anak tak kunjung bertanya, carilah saat yang tepat untuk berbincang – bincang dengan anak apalagi jika sudah dekat dengan masa pubertas. Hal ini pun  juga jangan dijadikan paksaan untuk anda dan anak agar mendiskusikan masalah ini. Tetapi juga jangan abaikan anak jika sudah bertanya tentang masalah tersebut dan yang terpenting adalah bagaimana penyampaian yang tepat bagi si anak.

Pendidikan seksual kadang dirasa adalah hal yang agak tabu. Namun dibalik itu, sebagai orangtua juga harus selalu siap dan siaga dalam masalah tumbuh kembang anak. Masa pubertas akan terasa tidak menjadi beban ketika anak dan orangtua saling berkomunikasi. Kenali anak agar bisa mendidik dengan baik.

 

 

Penulis: Amalia Permata Insani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *