Meriahnya Pentas Besar Jubah Macan 2016

Di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta telah dilaksanakan Pentas Besar Jubah Macan 2016 yang ke-55 kalinya. Dengan mengangkat tema keajaan romawi dengan judul Caligula, pentas tersebut diadakan pada Sabtu, 14 Mei 2016 lalu. Pentas besar jubah macan kali ini disutradarai oleh Swastika Ardhi dengan pimpinan produksi Athallah Acyuta Prama.

Pentas Besar Jubah Macan 2016 Caligula yang diadaptasi dari naskah Albert Camus dikemas menjadi sebuah pentas yang menarik dan menghibur. Persiapan yang dilakukan sudah sejak 6 bulan yang lalu sebelum pentas besar dilaksanakan, mulai dari casting untuk pemilihan dan penentuan pemain. Kemudian terpilihlah 25 siswa sebagai pemain Pentas Besar Jubah Macan 2016, dengan tokoh utama Jonathan Jodi sebagai Caligula. Beberapa hari sebelum pentas besar, latihan dilaksanakan setiap hari hingga larut malam. Pentas Besar Jubah Macan 2016 berlangsung kira-kira selama satu setengah jam. Sehari sebelum pentas besar dilaksanakan (13/5), diadakan pentas yang ditujukan kepada alumni Padmanaba dan seluruh warga Padmanaba. Dalam melaksanakan Pentas Besar Jubah Macan 2016, Jubah Macan berkolaborasi dengan ekstrakulikuler lainyaitu Padmanaba Orchestra (Padzchestra) dan Paduan Suara Padmanaba (Paspad). Dengan kostum yang memukau dan dekorasi yang mendukung para pemain memainkan peran mereka dengan sangat menjiwai. Takkalah memukaunnya, Paduan Suara Padmanaba tampil dengan suara merdunya dan Padmanaba Orchestra memainkan alat musik mereka dengan lihai, dibalut dengan busana yang serba putih. Antusiasme wargaYogyakarta sangat tinggi, terbukti dari banyaknya penjualan tiket yang dibuka pada hari Sabtu tanggal 26 April 2016 di Aula SMA Negeri 3 Yogyakarta hingga hari Sabtu, 14 Mei 2016 di Taman Budaya Yogyakarta.

Caligula sendiri bercerita tentang seorang kaisar yang dapat membawa kerajaan Romawi pada masa kejayaanya. Namun, adiknya yang bernama Drusila meninggal karena sakit. Hal itu membuat hati suci Caligula menjadi penuh akan kegelapan. Kisah ini membuktikan bahwa orang yang paling baik dapat berubah menjadi paling jahat sewaktu-waktu. Pada penghujung acara, ketua ekstrakulikuler jubah macan, Salman Haybati memberikan plakat kepada pembimbing jubah macan, Bapak Sugeng.

Penulis: Amalia Ramadhani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *