Literasi, Gebrakan Baru Sekolah

Dunia pendidikan Indonesia sedang dalam pembangunan dan pembenahan besar-besaran. Banyak sekali rencana-rencana, inovasi, dan gerakan yang dilakukan belakangan ini dari kurikulum hingga kebijakan lainnya. Termasuk, salah satu gerakan yang diaplikasikan di SMa Negeri 3 Yogyakarta, yakni Gerakan Literasi Sekolah.

Gerakan yang disosialisasikan sekolah pada awal Januari 2016 ini bertujuan untuk membuat siswa-siswanya gemar membaca dengan menyediakan buku-buku yang mereka inginkan. Setelah sosialisasi program ini dilakukan kepada siswa kelas 10 dan kelas 11, segera saja lembar-lembar rekomendasi buku keinginan siswa disebar per kelas dengan syarat harga maksimal buku tersebut Rp 79.000,00 dan bukan buku pelajaran. Para siswa kontan antusias mengisi kolom-kolom yang telah disediakan dengan buku-buku yang telah mereka inginkan. Bahkan, para siswa yang tidak terlalu suka membaca pun mengisi lembar tersebut hingga tak ada yang tersisa.

Sekolah pun berbelanja secara bertahap agar Senin, 11 Januari 2016 gerakan ini sudah bisa dimulai. Namun, karena tidak cukupnya waktu memenuhi semua daftar belanja buku, gerakan ditunda hingga sehari setelahnya dengan catatan belum semua buku terbeli. Tentu saja, walaupun begitu, sekolah bergerak gesit membeli dan memenuhi keinginan membaca para siswa. Beberapa siswa yang mengajukan buku lebih dari satu maupun berharga lebih dari harga yang telah disebutkan juga terpenuhi, sehingga semakin antusiasme membaca ini tumbuh.

IMG_6486 IMG_6487

Program ini mencanangkan perpustakaan kelas, jadi buku-buku rekomendasi para siswa tersebut adalah milik siswa, bukan milik perekomendasi. Buku-buku ini akan terus berputar untuk dibaca semua siswa di kelas tersebut demi mengisi jurnal literasi sekolah yang dibaca siswa dimana isinya adalah buku dan pesan moral yang terkandung di dalamnya. Program ini memberikan waktunya selama 15 menit sebelum jam pelajaran sekolah dimulai, yakni pukul 07.00-07.15, namun literasi di luar jam itu pun diperbolehkan sekali asal tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Kedua pihak, sekolah sebagai penyelenggara program dan siswa sebagai peserta pun merasa senang atas berjalannya program ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *