Kunjungan Stedelijk College ke SMA Negeri 3

SMA Negeri 3 Yogyakarta kembali mengadakan kerjasamanya dengan pihak luar. Kali ini SMA Negeri 3 Yogyakarta kedatangan tamu dari Stedlijk College Eindhoven, Belanda. Siswa – siswi Stedelijk College Eindhoven yang berkunjung berjumlah 26 anak dengan didampingi 2 guru Belanda. Mereka datang pada Sabtu (1/10) sore hari dijemput oleh masing – masing host family mereka. Rencana kedatangan mereka adalah 10 hari di Yogyakarta hingga Senin (10/10) depan. Kedatangan mereka pun disambut dengan baik, baik oleh siswa maupun sekolah di Ruang AVA pada 4 Oktober 2016 yang lalu diawali dengan presentasi mengenai Budaya Jawa dan SMA Negeri 3 dilanjutkan dengan presentasi oleh Stedelijk College Eindhoven.

Agenda siswa – siswi ini pun bermacam – macam, mulai dari belajar di SMA Negeri 3 hingga berjalan – jalan ke destinasi wisata. Siswa – siswi kelas X lah yang kali ini berkesempatan menjadi host family, mendampingi siswa – siswi Stedelijk College, selama berada di Yogyakarta. Mereka pun berkesempatan mengikuti pelajaran di dalam kelas, berjalan jalan ke berbagai destinasi wisata di Yogyakarta, dan juga bertukar informasi mengenai budaya dan kebiasaan masing – masing negara. Erlinda Quinta, salah satu host family dari para tamu ini, bercerita bahwa ini adalah pengalaman yang menyenangkan dapat bertemu dengan siswa – siswi yang berbeda negara. Selain dapat informasi baru, Erlinda juga senang dapat mengenalkan budaya, khususnya Jawa, dan kebiasaan – kebiasaan di Indonesia contohnya pakaian apa yang sopan atau tidak sopan, makan memakai tangan kanan, dan lain sebagainya.

“Program ini sangat bagus karena siswa – siswi mendapat kesempatan untuk bertukar budaya, kebiasaan, dan juga dapat meningkatkan kompetensi bahasa,” jelas Bapak Heru, selaku salah satu guru di SMA Negeri 3. Namun Bapak Heru menyayangkan program ini dirasa agak kurang berjalan secara maksimal. Dikarenakan intensitas interaksi hanya berjalan di beberapa siswa, seperti halnya di host familynya saja, tidak menyeluruh baik ke siswa maupun guru. Sehingga pengalaman ini hanya dirasakan oleh beberapa siswa saja. Kedepannya diharapkan program ini dapat berjalan secara maksimal.

 

 

Penulis: Amalia Permata Insani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *