Cerita Tentang “Gelang Biru” di UAS SMA Negeri 3 Yogyakarta

Siswa – siswi SMA Negeri 3 Yogyakarta tak kurang – kurang dalam melahirkan ide – ide yang brilian. Ide ini pun tak hanya sekedar ide, mereka mampu untuk menuangkan dalam aksi nyata. Kali ini SKI Al – Khawarizmi, rohisnya SMA Negeri 3 Yogyakarta kembali berinovasi dalam rangka pelaksanaan Ujian Akhir Semester. Biasanya siswa – siswi SMA Negeri 3 Yogyakarta dihiasi oleh pita – pita biru di setiap kali ujian sedang berlangsung. Namun kali ini, SKI Al – Khawarizmi, berinovasi dengan menyediakan gelang biru bertuliskan “Jujur itu Hebat” untuk dipakai siswa – siswinya dalam menjalankan Ujian Akhir Semester.

Gelang ini merupakan simbol untuk menggalakkan kejujuran dalam menjalani ujian, menggantikan pita biru yang sebelum – sebelumnya telah dipakai saat ujian berlangsung. Sama halnya dengan pita biru, gelang biru ini juga dipakai saat ujian berlangsung dan dikembalikkan dalam keadaan yang masih baik tentunya ke meja pengawas ujian. Baik siswa – siswi SMA Negeri 3 Yogyakarta maupun guru – gurunya sangat mendukung program ini. Respon positif yang didapatkan dari pita biru sebelumnya juga memotivasi SKI Al – Khawarizmi untuk berinovasi kembali di UAS kali ini.

Tujuan dari gelang biru ini juga masih sama seperti pita biru sebelumnya, yaitu menumbuhkan atmosfer dan semangat siswa – siswi Padmanaba untuk berperilaku jujur alias tidak menyontek saat ujian. Penggantian pita biru menjadi gelang biru pun juga tidak mengurangi esensi dari program ini. Hanya untuk lebih menarik minat siswa – siswi sehingga tujuan dari program ini dapat tercapai. Harapan Lulu’ul Jannah selaku salah satu anggota SKI Al – Khawarizmi dan siswi SMA Negeri 3, bahwa semoga berawal dari gelang biru ini teman – teman SMA Negeri 3 dapat menjadikan kejujuran sebagai kebiasaan dimanapun dan kapanpun itu. Lulu’ juga berharap kejujuran dapat menjadi hal yang diutamakan dan diprioritaskan. Karena mendapat nilai bagus itu keren, tetapi punya integritas yang tinggi itu lebih keren. Juga agar teman – teman semakin sadar bahwa yang lain juga sedang berjuang mengerjakan ujian dengan cara yang mulia.

 

 

Penulis: Amalia Permata Insani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *