Cara Menghindari Lemas dan Lesu Selama Berpuasa

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang selalu ditunggu – tunggu oleh umat Islam. Bulan ini adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Sehingga merupakan bulan yang dinanti dan diharapkan akan bertemu lagi untuk tahun – tahun berikutnya. Selain itu, segala pahala yang kita dapatkan di bulan puasa ini akan dilipat gandakan. Tentunya kita harus selalu bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa dan selalu menjalankan kewajiban kita.

Namun, tentunya ada masa di saat hambatan – hambatan dari berpuasa muncul. Padahal kita sedang bersemangat dalam beribadah puasa. Salah satu hambatan tersebut adalah lemas dan lesu. Tentu bagi semua hal ini tidaklah asing saat bulan Ramadhan tiba. Siapa saja mungkin akan merasakan lemas dan lesu, sehingga dapat menggoyahkan iman kita. Nah, dari apa yang dialami tersebut ada beberapa cara untuk menghilangkan lemas dan lesu selama puasa. Berikut adalah beberapa cara tersebut:

  1. Siapkan makanan yang bergizi dan berserat tinggi sehingga asupan makan kita tetap tercukupi walaupun sedang puasa. Bukannya malah sahur dengan makan kalap agar kenyang sampai maghrib, namun hal itu malah membuat perut kita tidak bekerja dengan baik dan membuat mual atau bisa mudah lapar.
  2. Kurangi aktifitas yang sangat melelahkan dan menguras energi, manage waktu dengan baik sehingga badan tidak lemas dan lesu.
  3. Banyak – banyaklah aktifitas yang positif, dengan maksud yaitu contohnya membaca al – quran, i’tikaf di masjid, atau beristirahat. Selain dapat mengalihkan perhatian akan lemas dan lesu, tentunya kita dapat mempertebal iman kita bukan?
  4. Lalu yang terakhir adalah saat berbuka. Berbukalah dengan diawali dengan air minum. Kemudian barulah kita makan. Namun diingat bahwa berbuka bukanlah pengganti makan tiga kali sehari kita. Sehingga cukupkanlah asupan gizi yang ada, tidak usah menuruti nafsu kita akan banyaknya kita makan. Seperti sunah Rasulullah, berhentilah makan sebelum kenyang.

Cara ini tentunya tidak akan berhasil jika niat kita berpuasa tidak diniatkan untuk ibadah. Allah SWT tentunya akan lebih meridhoi puasa kita jika kita meniatkan benar – benar untuk ibadah. Maka dari itu, jadikan bulan yang suci ini ladang pahala. Mungkin bulan Ramadhan adalah turning point akan apa yang telah kita lakukan di masa lalu. Semangatkah anda untuk menjalani bulan Ramadhan?

 

Penulis: Amalia Permata Insani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *