Bu Tri Khotimah: “Di Sini Saya Merasa Menikmati

Wajah-wajah guru baru tak lain ialah yang paling sering ditemui oleh para siswa saat hari pertama pergantian semester atau pun tahun ajaran. Senin, 4 Januari 2015 lalu, sekolah memperkenalkan lagi seorang guru baru pada penghujung upacara bendera pagi itu. Guru pengampu mata pelajaran agama Islam tersebut, Bu Tri Khotimah, datang untuk menggantikan guru yang sebelumnya sudah pensiun, yaitu Bu Endang Sri Rahayu.

Ibu guru yang mengaku dapat disapa dengan banyak nama ini, menuturkan bahwa beliau sangat terkejut saat diinformasikan mengenai pemindahannya ke Padmanaba. Akunya pula, awalnya ada beberapa orang dan senior beliau yang sempat bingung dengan pemindahan Bu Imah ke Padmanaba, yang pamornya di masyarakat sudah dikenal sebagai sekolah terbaik di Yogyakarta.

“Saya juga tidak tahu sebetulnya kenapa secepat ini, karena baru tiga semester di SMP N 1 itu saya juga masih belajar banyak. Kemudian saya dipanggil pengawas untuk menggantikan guru yang sudah pensiun di Padmanaba,” tambahnya. Sebelumnya, Bu Khotimah memang mengajar di SMP N 1 Yogyakarta, dan sebelumnya lagi di SD Muhammadiyah Kleco Kotagede.

Meskipun Bu Imah mengatakan pula bahwa karakter-karakter siswa yang beliau hadapi selama mengajar di tingkat SD, SMP, dan SMA berbeda-beda, beliau mengaku, di Padmanaba ini beliau merasa sangat menikmati. “Di sini saya merasa sangat menikmati, sangat senang, dan bersyukur saya diberi kesempatan di sini,”

Ketika ditanyai pendapat tentang siswa-siswi Padmanaba, beliau langsung spontan menjawab, “10 hari saya sudah mengajar di sini, menurut saya anak-anaknya sangat asik, dan pintar terutama, daya analisanya sangat matang, dan mereka aktif serta responsif, sehingga saya di kelas seperti merasa sudah diterima,”

Dalam pengajarannya, Bu Imah mengaku bahwa ia melakukan pendekatan dengan apa yang anak-anak biasa atau senang lakukan. Beliau menyesuaikan pengajaran dengan karakter anak-anak yang dihadapi, serta mengambil contoh dari hal-hal nyata yang berada di sekeliling, karena menurut pendapat beliau, siswa-siswi di sini menyukai hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *