BMT Dibongkar, Perluas Mushola Bawah

Diperluasnya Mushola Bawah An-Nur SMA Negeri 3 Yogyakarta, atau yang kerap disebut musba, menjadi kabar yang baru-baru ini masih terasa hangatnya di Padmanaba. Bawah Mushola Tercinta atau BMT, sebutan siswa-siswi Padmanaba untuk ruangan kecil yang letaknya tepat di samping utara mushola bawah, kini telah dibongkar dan melebur menjadi bagian dari mushola. Kabarnya, pembongakaran BMT ini sudah dilakukan sejak awal bulan Agustus lalu. Dan respon yang didapat dari siswa-siswi Padmanaba tentang hal ini sebagian besar positif.

Bapak Agus Triwidjana atau Pak TW—begitulah panggilan akrabnya, selaku Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana SMA Negeri 3 Yogyakarta sempat berbicara tentang latar belakang dan seluk beluk program perluasan mushola bawah ini.

IMG_0245

 

“Saya lihat setiap waktunya shalat Dhuhur, tempat shalat perempuan sangat kurang, shalat Dhuhur bisa jadi 2-3 gelombang sendiri,” sahut beliau ketika ditanyai latar belakang. “Saat di musba sedang desak-desakan dan antre panjang, BMT kosong atau hanya dipakai nongkrong siswa,” beliau menambahkan.

BMT dulunya adalah sebuah koperasi dan toko untuk menjual buku-buku Islami, kurang lebih sepuluh tahun yang lalu. Tetapi saat semakin lama tidak terurus, mulai timbul pertanyaan untuk apa BMT dipertahankan, dan akhirnya direalisasikan dalam bentuk perluasan mushola bawah.

Latar belakang perluasan mushola bawah ini juga tidak hanya sekadar dari inisiatif pribadi Pak TW saja, namun beliau juga mendapat segala macam masukan dan pendapat dari siswa-siswi Padmanaba. Banyak sekali yang meminta musba diperluas karena di dalam selalu berdesak-desakan, sumpek, dan panas. Dalam proses perluasan mushola bawah ini, sekolah juga berkoordinasi dengan SKI Al-Khawarizmi Padmanaba sebagai organisasi rohis SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Banyak respon positif yang diterima dari siswa-siswi Padmanaba tentang diperluasnya mushola bawah khusus untuk akhwat ini, mengingat manfaat yang dirasakan setelah program ini dijalankan banyak sekali.

“Jadi nggak desak-desakan dan antre lama lagi. Selain itu kan juga bisa mengantisipasi telatnya masuk pelajaran,” kurang lebih begitulah pendapat sebagian besar siswa.

 

Penulis : Faiza Putri A.
Editor : Rankin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *